Batik Tulis Madura – Prada

October 2, 2009 by admin  
Filed under KAIN MADURA, batik prada

Berikut kami suguhkan batik tulis madura yang di prada (di warna-emaskan), Untuk sementara kami foto 4 pcs. Batik ber-prada Bagus juga untuk mantenan baik itu utk si manten sendiri ataupun untuk orang tua dari si-manten. Selain itu kami juga menerima jasa prada apabila anda mempunyai batik yang ingin di prada.

Prada 1

Prada 1 (P 1 )

Prada 2

Prada 2 ( P 2 )

Prada 3 ( E 42 )

Prada 3 ( P 3)

P 4

Prada 4 (P 4)

Batik Madura baru datang

July 21, 2009 by admin  
Filed under KAIN MADURA

Berikut beberapa batik madura yang baru. Anda bisa melihatnya lebih jelas. Kalau gambarnya kurang memungkinkan ini karena di ambil dari HP(maaf karena lg gak bawa foto digital :-) ). untuk beberapa produk sekaligus anda bisa lihat di galery kami

Batik Madura 9008

Batik Madura 9008 (Sold)

Batik Madura 2108

Batik Madura 2108

Batik Madura 2009

Batik Madura 2009

Batik Madura 2007

Batik Madura 2007 (Sold)

Batik Madura 2003

Batik Madura 2003 (Sold)

Batik Madura 2006

Batik Madura 2006

KAIN BATIK MADURA

June 15, 2009 by admin  
Filed under KAIN MADURA

batik madura 403

batik madura 403

batik madura 004

batik madura 004

batik madura 101

batik madura 101

batik madura tulis, savirabatik.com 001

batik madura tulis, savirabatik.com 001

batik madura 002

batik madura 002

batik madura 099

batik madura 099

batik madura o88

batik madura o88

batik madura 102

batik madura 102

batik madura 005

batik madura 005

batik madura 006

batik madura 006

batik madura007

batik madura007

batikmadura40

batikmadura40

Batik Menurut Wikipedia (Perpustakaan Online)

Batik

Berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”.

Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.

Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.

Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.

Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.

Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.

Cara pembuatan

Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.