kekuatan apa yg dimiliki bangsa kita, kok yo’o hak milik indonesia yang berharga satu persatu di klaim milik Malaysia??? banyak kasus, seperti malaysia akui “Reog, lagu RAsa sayange, batik…dsb” walau akhirnya dapat kita ambil lagi hak tersebut dengan pengakuan Malaysia yg menyesal dan mengakui kalau yang di curi tersebut adalah milik Indonesia Asli. nah kasus yg sekarang jadi sengketa lagi adalah “Pulau Ambalat” yang jelas2 pada th 1957 sudah dihukumkan milik Indonesia dibawahi PBB, nah gara2 ditemukannya LADANG MINYAK di pulau tersebut malaysia mengklaim pulau ambalat adalah miliknya bahkan sampai2 buat PETA secara sepihak dengan menyertakan pulau tersebut menjadi wilayah malaysia.
-kenapa malaysia selalu aniyaya terhadap Indonesia, Do’a yang teraniyaya cepat terkabul, kira2 do’a Apa yang harus kita panjatkan untuk Malaysia???? (mari kita berdo’a menurut Agama & kepercayaan masing2 untuk negara kita tercinta)
-Tadi pagi, diberita, http://www.jawapos.com/halaman/index.php…
kira2 kalo akhirnya terjadi perang “siapa yang bakal menang”???
Tag Archives: Ladang
Bagaimana Pendapat Saudara Mengenaihak Paten Dan Haki?
Hari ini saya mendapat dua email, email yang pertama isinya mengenai aparat melakukan razia software di bandara, setiap laptop diperiksa apakah softwarenya legal atau tidak, bila tidak maka akan dikenakan denda sebesar Rp 9,5 jt.
Email kedua berisi yang secara singkat pandangan si penulis terhadap hak patent intinya seperti ini:
- hukum paten itu adalah hukum jahiliyah
- di Islam, ilmu itu ladang amal jariyah. Yang menyebarkan dan mengajarkannya mendapat ganjaran langsung dari Allah, Penguasa Alam Raya.
- sedangkan hukum paten membatasi dan melulu bersifat duniawiyah, berpretensi tidak amaliyah.
- hak patent merupakan “Hak aritifisial” yang ditemukan oleh masyarakat yang peradabannya saja baru berumur beberapa ratus tahun saja.
- tapi mampu menghancur-luluhkan peradaban Asia yang sudah jauh lebih tua. Yang sudah berkembang ribuan tahun
- yang bisa-bisanya menyebabkan Bangsa kita kehilangan ‘hak’nya atas batik, angklung dan kesenian lainnya hanya karena lupa menulis di secarik kertas