3 Desa di Madura di Terjang Angin Puting Beliung

Seratusan rumah lebih rusak setelah di terjang angin puting beliung yang disertai hujan deras di beberapa desa di Sampang, Madura, Jawa Timur. beberapa waktu ini.

Ke-3 desa itu yakni Desa Poreh, Dulmatek dan Desa Karang Penang Oloh Kecamatan Karang Penang

Keadaan yang paling parah adalah di Desa Poreh, Sampang, Madura. Di desa Poreh ini paling tidak ada 20 rumah rusak parah. Belum ada korban selama ini, dan semoga memang tidak ada korban tetapi ada seorang warga mengalami luka  parah terkena reruntuhan bangunan rumahnya.

Sedikitnya seratus rumah rusak usai dihantam angin puting beliung di tiga desa di Sampang, Madura, Jawa Timur, belum lama ini. Kondisi terparah terjadi di Desa Poreh, Sampang. Di desa ini sedikitnya 20 rumah rusak parah. Tak ada korban jiwa dalam musibah itu. Namun seorang warga terluka parah tertimpa bangunan. Saksikan selengkapnya video berita ini

Buat Yang Mengaku Bangsa Indonesia,gimana Pendapat Kalian Tentang Tindakan Malaysia..?

kan kita tau yang udah terjadi selama ini :
1. masalah sipadan-ligitan
2. pengklaiman batik
3. reog ponorogo
4. pemampangan budaya tadi pendet , wayang di iklan visit malaysia
5. pengklaiman lagu rasa sayange
6. diskriminasi malaysia terhadap orang indonesia : penghajaran TKI TKW, TKW yang diperbudak , dll.
any opinion?mo nambahin tindakan juga bole….sakit gak sih kalian sebagai orang Indonesia?q juga Indo,gak trima juga tapi gatau kudu ngapain : (

Proses Pembuatan Batik Madura

pembuatan-batik-maduraProses pertama adalah: Kain Mori putih direndam dalam air bercampur minyak dempel dan abu sisa pembakaran kayu dari tungku. Direndam untuk satu hingga dua minggu.

Kedua:  Dicuci. Pencucian ini dilakukan untuk menghilangkan zat yang melekat pada kain bawaan dari pabrik.

Ketiga: Setelah kain kering, proses peng-kanji-an dimulai. Bahan yang digunakan adalah sagu dari Ubi Kayu, Karena lebih menyerap ke dalam serat kain.

Keempat: Penggambaran pola pada kain. Sketsa motif yang akan dibatik mulai digambarkan pada kain yang telah dikanji ini.

Kelima: Pemakaian malam pada kain mulai dilakukan melalui proses diisen, dikurik, dan atau ditembok.

Keenam: Pewarnaan kain batik. ini bisa berlangsung hingga dua kali. Namun untuk kain batik genthongan proses pewarnaannya bisa lebih lama karena proses pewarnaannya dilakukan dengan cara di rendam dalam wadah gentong selama berbulan-bulan bahkan sampai dengan tahunan. Karena semakin lama proses perendaman dilakukan, warna kain akan semakin pekat dan melekat kuat pada kain selama puluhan tahun kedepan tanpa mengalami penurunan kualitas warna selama proses perawatan dan penyimpanan-nya sesuai dengan yang di anjurkan.

Proses Ketujuh: Kain batik tersebut akan dilorot. Yaitu untuk menghilangkan malam yang melekat pada kain, caranya dengan memasukan kain ke dalam air mendidih.

Setelah itu  Penyikatan pada kain batik agar warna dapat melekat kuat yang kemudian diikuti dengan proses penjemuran di bawah terik matahari.