Batik Tulis koleksi October
October 5, 2009 by admin
Filed under Batik Tulis, Products
Berikut adalah koleksi batik tulis kami yang baru di bulan oktober. Walau demikian, kamipun masih mempunyai stock kami yang sebelumnya. dengan begitu anda bisa lebih banyak memilih motif, corak maupun warna yang lebih variatif. Mulai dari batik tulis katun, batik tulis prada, batik tulis sutera, juga batik tulis dari sutera ATBM
Batik Tulis Madura Sutera
October 2, 2009 by admin
Filed under batik sutera
Berikut juga kami upload batik tulis madura sutera. dari warna-warna yang berbeda. Mulai dari warna gelap sampai dengan yang terang, termasuk motif klasik. 1 motif adalah kain panjang plus selendang(biasa untuk sepasang suami-istri), 1 motif lagi adalah sarimbit yang sudah jadi pola untuk yang kemeja pria, 1 motif lagi adalah sarimbit plus selendang dan satu lagi adalah 1 kain sutera yang pinggirnya telah di rapihkan.
Berikut adalah fotonya..
- (S 4) Sutera kain panjang + selendang (sarimbit)
- (S 3) Sutera sarimbit + selendang
- (S 2) sutera sarimbit pola
- (S 1) 1 kain sutera klasik
Batik Tulis Madura – Prada
October 2, 2009 by admin
Filed under KAIN MADURA, batik prada
Berikut kami suguhkan batik tulis madura yang di prada (di warna-emaskan), Untuk sementara kami foto 4 pcs. Batik ber-prada Bagus juga untuk mantenan baik itu utk si manten sendiri ataupun untuk orang tua dari si-manten. Selain itu kami juga menerima jasa prada apabila anda mempunyai batik yang ingin di prada.
Proses Pembuatan Batik Madura
May 22, 2009 by admin
Filed under Batik Madura, TANYA JAWAB BATIK
Proses pertama adalah: Kain Mori putih direndam dalam air bercampur minyak dempel dan abu sisa pembakaran kayu dari tungku. Direndam untuk satu hingga dua minggu.
Kedua: Dicuci. Pencucian ini dilakukan untuk menghilangkan zat yang melekat pada kain bawaan dari pabrik.
Ketiga: Setelah kain kering, proses peng-kanji-an dimulai. Bahan yang digunakan adalah sagu dari Ubi Kayu, Karena lebih menyerap ke dalam serat kain.
Keempat: Penggambaran pola pada kain. Sketsa motif yang akan dibatik mulai digambarkan pada kain yang telah dikanji ini.
Kelima: Pemakaian malam pada kain mulai dilakukan melalui proses diisen, dikurik, dan atau ditembok.
Keenam: Pewarnaan kain batik. ini bisa berlangsung hingga dua kali. Namun untuk kain batik genthongan proses pewarnaannya bisa lebih lama karena proses pewarnaannya dilakukan dengan cara di rendam dalam wadah gentong selama berbulan-bulan bahkan sampai dengan tahunan. Karena semakin lama proses perendaman dilakukan, warna kain akan semakin pekat dan melekat kuat pada kain selama puluhan tahun kedepan tanpa mengalami penurunan kualitas warna selama proses perawatan dan penyimpanan-nya sesuai dengan yang di anjurkan.
Proses Ketujuh: Kain batik tersebut akan dilorot. Yaitu untuk menghilangkan malam yang melekat pada kain, caranya dengan memasukan kain ke dalam air mendidih.
Setelah itu Penyikatan pada kain batik agar warna dapat melekat kuat yang kemudian diikuti dengan proses penjemuran di bawah terik matahari.
Batik Menurut Wikipedia (Perpustakaan Online)
February 8, 2009 by admin
Filed under Batik Madura, KAIN MADURA, TANYA JAWAB BATIK, Uncategorized
Berasal dari bahasa Jawa “amba” yang berarti menulis dan “titik”. Kata batik merujuk pada kain dengan corak yang dihasilkan oleh bahan “malam” (wax) yang diaplikasikan ke atas kain, sehingga menahan masuknya bahan pewarna (dye), atau dalam Bahasa Inggrisnya “wax-resist dyeing”.
Batik adalah kerajinan yang memiliki nilai seni tinggi dan telah menjadi bagian dari budaya Indonesia (khususnya Jawa) sejak lama. Perempuan-perempuan Jawa di masa lampau menjadikan keterampilan mereka dalam membatik sebagai mata pencaharian, sehingga di masa lalu pekerjaan membatik adalah pekerjaan eksklusif perempuan sampai ditemukannya “Batik Cap” yang memungkinkan masuknya laki-laki ke dalam bidang ini. Ada beberapa pengecualian bagi fenomena ini, yaitu batik pesisir yang memiliki garis maskulin seperti yang bisa dilihat pada corak “Mega Mendung”, dimana di beberapa daerah pesisir pekerjaan membatik adalah lazim bagi kaum lelaki.
Ragam corak dan warna Batik dipengaruhi oleh berbagai pengaruh asing. Awalnya, batik memiliki ragam corak dan warna yang terbatas, dan beberapa corak hanya boleh dipakai oleh kalangan tertentu. Namun batik pesisir menyerap berbagai pengaruh luar, seperti para pedagang asing dan juga pada akhirnya, para penjajah. Warna-warna cerah seperti merah dipopulerkan oleh orang Tionghoa, yang juga mempopulerkan corak phoenix. Bangsa penjajah Eropa juga mengambil minat kepada batik, dan hasilnya adalah corak bebungaan yang sebelumnya tidak dikenal (seperti bunga tulip) dan juga benda-benda yang dibawa oleh penjajah (gedung atau kereta kuda), termasuk juga warna-warna kesukaan mereka seperti warna biru. Batik tradisonal tetap mempertahankan coraknya, dan masih dipakai dalam upacara-upacara adat, karena biasanya masing-masing corak memiliki perlambangan masing-masing.
Teknik membatik telah dikenal sejak ribuan tahun yang silam. Tidak ada keterangan sejarah yang cukup jelas tentang asal usul batik. Ada yang menduga teknik ini berasal dari bangsa Sumeria, kemudian dikembangkan di Jawa setelah dibawa oleh para pedagang India. Saat ini batik bisa ditemukan di banyak negara seperti Indonesia, Malaysia, Thailand, India, Sri Lanka, dan Iran. Selain di Asia, batik juga sangat populer di beberapa negara di benua Afrika. Walaupun demikian, batik yang sangat terkenal di dunia adalah batik yang berasal dari Indonesia, terutama dari Jawa.
Tradisi membatik pada mulanya merupakan tradisi yang turun temurun, sehingga kadang kala suatu motif dapat dikenali berasal dari batik keluarga tertentu. Beberapa motif batik dapat menunjukkan status seseorang. Bahkan sampai saat ini, beberapa motif batik tadisional hanya dipakai oleh keluarga keraton Yogyakarta dan Surakarta.
Batik merupakan warisan nenek moyang Indonesia ( Jawa ) yang sampai saat ini masih ada. Batik juga pertama kali diperkenalkan kepada dunia oleh Presiden Soeharto, yang pada waktu itu memakai batik pada Konferensi PBB.
Cara pembuatan
Semula batik dibuat di atas bahan dengan warna putih yang terbuat dari kapas yang dinamakan kain mori. Dewasa ini batik juga dibuat di atas bahan lain seperti sutera, poliester, rayon dan bahan sintetis lainnya. Motif batik dibentuk dengan cairan lilin dengan menggunakan alat yang dinamakan canting untuk motif halus, atau kuas untuk motif berukuran besar, sehingga cairan lilin meresap ke dalam serat kain. Kain yang telah dilukis dengan lilin kemudian dicelup dengan warna yang diinginkan, biasanya dimulai dari warna-warna muda. Pencelupan kemudian dilakukan untuk motif lain dengan warna lebih tua atau gelap. Setelah beberapa kali proses pewarnaan, kain yang telah dibatik dicelupkan ke dalam bahan kimia untuk melarutkan lilin.


















